PT Angkasa Pura I (Persero) Mengakui Pendapatan Turun signifikan

banner-panjang

Pemerintah melarang penerbangan yang mengangkut penumpang di wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan zona merah penyebaran virus corona mulai 25 April hingga 31 Mei 2020 mendatang.

PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mengakui pendapatan akan turun signifikan akibat anjloknya jumlah penumpang di tengah penyebaran virus corona

Corporate Communication Senior Manager AP I Awaluddin mengungkapkan jumlah penumpang sepanjang 1 Januari hingga 15 April 2020 sudah turun 15,5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, jumlah penumpang di bandara yang dikelola oleh AP I pada 1 Januari sampai 15 April 2020 hanya 16,33 juta orang, sedangkan periode sebelumnya mencapai 19,32 juta orang.

“Dengan kebijakan penghentian sementara layanan di bandara terhadap penerbangan komersial berpenumpang hingga 31 Mei 2020, maka penurunan akan lebih dalam,” ungkap Awaluddin kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/4).

Penurunan penumpang itu jelas berdampak pada potensi pendapatan perusahaan. Awaluddin bilang manajemen menargetkan pendapatan sebesar Rp11,5 triliun sepanjang tahun ini, namun target itu akan sulit dicapai karena penghentian layanan di bandara untuk penerbangan komersial selama hampir satu bulan lebih.

Hanya saja, Awaluddin enggan menyebutkan potensi penurunan pendapatan tahun ini. Menurutnya, perusahaan belum menghitungnya secara rinci.

“Kami fokus dulu menghadapi dan membantu pemerintah dalam pencegahan virus corona. Kami belum hitung (potensi penurunan pendapatan berapa persen),” terang Awaluddin.

Sementara, perusahaan juga menyiapkan tiga skenario terkait jumlah penumpang tahun ini di tengah penyebaran virus corona. Awaluddin menyebutkan skenario itu terbagi menjadi optimis, moderat, dan pesimis.

Untuk skenario optimis, AP I memprediksi krisis akibat penyebaran virus corona selesai pada akhir Juni 2020. Dengan demikian, pergerakan pesawat dan penumpang akan normal kembali pada Oktober 2020 untuk domestik dan Desember 2020 untuk internasional.

Kemudian, Awaluddin menjelaskan perusahaan memproyeksi krisis selesai pada akhir Juli 2020 untuk skenario moderat. Jika ini terealisasi, maka pergerakan pesawat dan penumpang bisa pulih kembali pada November 2020 untuk domestik dan Januari 2021 untuk internasional.

Lalu, manajemen meramalkan krisis baru selesai pada akhir Agustus 2020 untuk skenario pesimis. Bila itu terjadi, pergerakan pesawat dan penumpang diproyeksi baru bisa berjalan normal pada Desember 2020 untuk domestik dan Februari 2021 untuk internasional.

“Skenario optimis memprediksi jumlah penumpang 2020 minus 47 persen menjadi 44,5 juta dari target 84,37 juta orang. Moderat memprediksi jumlah penumpang turun 56 persen dan pesimis turun 63 persen. Skenario ini berjalan seiring dengan penurunan kinerja keuangan,” jelas Awaluddin.

Sementara, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Muhammad Awaluddin menyatakan perusahaan akan menggenjot bisnis pengelolaan kargo di bandara untuk menyiasati sepinya penumpang karena virus corona. Ia bilang sejumlah maskapai telah menginformasikan pengajuan penerbangan tambahan (extra flight) untuk penerbangan kargo di sejumlah bandara.

Awaluddin merinci bandara AP II yang melayani penerbangan pesawat penumpang untuk dioperasikan khusus mengangkut kargo, antara lain Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Supadio (Pontianak), Husein Sastranegara (Bandung), dan Kualanamu (Deli Serdang).

“Indikasinya memang maskapai yang mengoperasikan pesawat penumpang kini semakin fokus di bisnis kargo. Maskapai tersebut memaksimalkan utilisasi pesawat penumpang dengan mengangkut kargo di tengah pandemi virus corona,” kata dia.

Sebagai informasi, larangan penerbangan hingga akhir Mei 2020 mendatang sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang mudik pada Lebaran tahun ini demi mengurang risiko penularan virus corona.

Aturan larangan penerbangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. //cnnindonesia

Berita Terkait