Harga Emas Stabil Meski Tarif 15 Desember Dibatalkan

banner-panjang

Perkiraan mayoritas bahwa harga emas akan jatuh pasca kesepakatan AS-China pekan lalu, rupanya tak terbukti. Saat berita ini ditulis pada Selasa (17/Desember) pagi, harga emas masih stabil di level $1,476.30, tak jauh bergerak dari kisaran harga yang terbentuk sejak 11 Desember.

Tak jauh berbeda dari pergerakan pada grafik di atas, harga emas futures di bursa komoditas New York masih di kisaran $1,480.50 untuk pengiriman Februari. Sementara itu, harga emas spot berada di posisi $1,475.33.

Menurut Kepala USTR Robert Lightizer, perjanjian ini memungkinkan AS untuk menggandakan ekspornya ke China dalam dua tahun ke depan. Meski dipastikan sudah final, pihaknya akan mengagendakan “penggosokan” rutin terhadap isi teks kesepakatan tersebut.

Namun, pihak China terkesan kurang antusias meskipun Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen telah mengamini poin-poin sementara yang diterbitkan oleh USTR. Tanpa penjelasan spesifik, China menyetujui permintaan AS untuk meningkatkan pembelian produk agrikultur dan energi dari AS, mempertimbangkan reformasi perlindungan hak kekayaan intelektual di industri farmasi, serta membuka akses lebih luas ke sektor jasa untuk perusahaan asing.

Saham-saham di Wall Street melonjak begitu mendapat kabar resmi bahwa tarif 15 Desember dibatalkan. Pernyataan Larry Kudlow selaku penasihat ekonomi Gedung Putih, turut memberikan afirmasi positif pada pasar ekuitas. Kudlow menegaskan bahwa inti kesepakatan telah rampung.

Namun, emas tak lantas terjun bebas pasca sentimen damai tersebut. Para investor merasa masih perlu membeli emas karena narasi kesepakatan dagang Fase Satu antara AS dan China akhir pekan lalu dinilai ambigu. “(Penurunan) logam mulia masih tertahan, walaupun kenyataannya kita sekarang melihat banyaknya skenario terburuk terhapus hanya dalam beberapa minggu,” kata tim analis TD Securities dalam catatannya. //seputarforex

Berita Terkait