Strategi Mengukur Trend Trading

Pekerjaan ini sebenarnya sudah dilakukan oleh indikator.

1. Strategi Trend Trading dan Swing Trading

Ikuti trend. kata pepatah trend is your friend. Pada pair GBP/USD pergerakan trend yang ditimbulkan sangat cepat, istilah volatile artinya market sangat responsif terhadap aksi profit taking sehingga sering menimbulkan arah trend yang terkadang naik, kemudian juga turun secara tiba-tiba. Strategi Trend Trading adalah membuka posisi mengikuti trend yang terjadi saat itu.

Swing Trading adalah cara trading yang bertujuan untuk memperoleh profit dalam waktu pendek. Disebut swing karena biasanya pergantian posisi (Close/Open – Buy/Sell) dilakukan dalam waktu yang singkat. Disini, ketepatan dan kecermatan trader untuk menemukan momentum yang tepat untuk melakukan open position sangat diperlukan. Swing Trading lebih mengutamakan analisa teknis dalam menemukan momentum yang tepat untuk membuka posisi, dan biasanya tidak perlu memperhatikan news atau analisa fundamental, tetapi lebih terfokus untuk mengamati pergerakan harga dari pair yang diinginkan .

Pada Swing Trading anda trading mengikuti pergerakan pasar yang bergelombang. Anda membuka posisi misalnya Sell, ketika trend justru naik dan akan berbalik arah kebawah.

2. Short Term Trading dan Long Term Trading

Short Term Trading dan Long Term Trading merupakan gaya trading yang tidak bisa dibandingkan mana yang lebih baik dan mana yang kurang baik. Semuanya disesuaikan dengan pergerakan market, berita yang akan muncul, dan time frame yang digunakan. Pada news-news 10 besar, dalam short term bisa menghasilkan 50-100 pips dalam waktu pendek.

Namun untuk mencapai terget pips yang lebih besar harus memantau chart yang lebih panjang dengan menggunakan time frame 1 H, 4 H bahkan daily. Pemakaian Stop Loss sangat penting untuk pemula, terlebih lagi jika anda trading pada pair GBP/USD, grafiknya sangat tinggi tingkat volatilitasnya, bisa mencapai 30 point, oleh karena itu penempatan stop lossnya jangan terlalu dekat dekat entry price.