Tingkat inflasi tahunan Indonesia terlihat melambat di bulan Juni

banner-panjang

Tingkat inflasi tahunan Indonesia terlihat melambat di bulan Juni dari bulan sebelumnya karena harga barang dan jasa kembali normal setelah bulan Ramadhan, kata sebuah jajak pendapat Reuters.

Indeks harga konsumen (CPI) diperkirakan naik 3,18% dari tahun sebelumnya, menurut perkiraan median dari 13 ekonomi yang disurvei oleh Reuters. Mendinginkan dari tingkat inflasi 3,32% pada bulan Mei dan tetap dalam Bank Indonesia (BI) 2,5% – 4,5% rentang kenyamanan.

Tingkat inflasi biasanya memuncak selama Ramadhan di negara mayoritas Muslim karena orang-orang meningkatkan pengeluaran sebelum festival Idul Fitri, yang tahun ini jatuh pada 5 Juni.

Ekonom mengatakan pembacaan inflasi yang relatif rendah, defisit neraca berjalan yang menyempit, dan rupiah yang stabil memberikan ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga, melepaskan total 175 basis poin kenaikan yang dilakukan bank sentral pada 2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo pekan lalu mengatakan penurunan suku bunga “adalah masalah waktu”, karena inflasi diperkirakan akan tetap dalam target sepanjang tahun, meskipun langkah tersebut akan tergantung pada sentimen di pasar keuangan global.

Kepala ekonom Maybank Indonesia Juniman mengatakan tekanan inflasi Juni berasal dari kenaikan harga bahan makanan seperti cabai, cabe merah, dan beras serta emas.

Tingkat inflasi inti tahunan, yang tidak termasuk harga pangan yang dikendalikan pemerintah dan fluktuatif, terlihat di 3,12% pada bulan Juni, hampir sama dengan pada bulan Mei, menurut median dari 10 analis.

Berita Terkait