SoftBank Group Melaporkan Kerugian Sebesar US$12,7 Miliar atau Rp187,96 Triliun

banner-panjang

SoftBank Group melaporkan kerugian sebesar US$12,7 miliar atau Rp187,96 triliun (Kurs Rp14.800) pada Senin (18/5). Kerugian yang terburuk tersebut mengindikasikan bahwa serangkaian investasi yang dilakukan perusahaan asal Jepang ini buruk.

Tak hanya itu, SoftBank juga kehilangan Jack Ma dari jajaran direksinya. Jack Ma angkat kaki setelah menjabat sebagai dewan direksi selama 13 tahun, efektif per 25 Juni.

Kerugian ini sesuai dengan ramalan perusahaan yang menyatakan mereka akan hancur akibat kegagalan investasi teknologi Vision Fund. Perusahaan Masayoshi Son ini harus kehilangan US$17,7 miliar atau Rp261,95 triliun (kurs Rp14.800) akibat kerugian yang disebabkan oleh Uber, WeWork, dan perusahaan teknologi lainnya di bawah SoftBank.

“Ini merupakan krisis besar bagi kami,” ujar Masayoshi seperti dikutip dari CNN pada Selasa (19/5).

Di sisi lain, keluarnya Jack Ma dari perusahaan Masayoshi menjadi sorotan akibat kedekatan keduanya. Masayoshi sempat menginvestasikan US$20 juta atau Rp200 miliar (kurs Rp10.000) ke Alibaba pada 2000.

Investasi ini melipatgandakan kekayaan Masayoshi menjadi US$60 miliar atau Rp744 triliun (kurs Rp12.400) pada 2014 saat Alibaba dijual untuk umum.

Sebelum pandemi melanda, Masayoshi menyatakan ia dan Jack Ma setiap bulannya bertemu membicarakan bisnis dan hidup lewat makan malam. “Saya yakin kami akan tetap berteman sepanjang hidup kami,” ucapnya.

Angkat kakinya Jack Ma menjadi momentum dramatis dalam perjalanan SoftBank. Termasuk, pada rencana mereka menjual aset senilai US$41 miliar guna melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback) dan mengurangi beban utang perusahaan. //cnnindonesia

Berita Terkait