Saham & Emas Menguat Tajam, Rupiah Masih Ketinggalan?

banner-panjang

Nilai tukar rupiah melemah tipis 0,03% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.850/US$. Isu resesi Indonesia masih membebani pergerakan rupiah di awal pekan ini.

Di hari yang sama, bursa saham Eropa dan AS justru menguat tajam, bahkan emas juga ikut melesat. Hal tersebut mengindikasikan sentimen pelaku pasar yang sudah membaik, dan dapat menopang penguatan rupiah pada perdagangan hari ini, Selasa (29/9/2020).

Bursa saham AS (Wall Street) kembali melesat kemarin, melanjutkan kinerja positif perdagangan Jumat pekan lalu. Ketiga indeks utama di kiblat bursa saham dunia tersebut menguat lebih dari 1,5%.

Dow Jones ditutup naik 1,51%, S&P 1,62%, dan Nasdaq naik 1,87%.

Harga emas dunia juga ikut melesat lebih dari 1%, sebab indeks dolar AS melemah 0,38%, turun dari level terkuat dalam 2 bulan terakhir.

Pergerakan ketiga aset tersebut mengindikasikan sentimen pelaku pasar sedang membaik dan rupiah berpeluang menguat.

Secara teknikal, belum ada perubahan level yang harus diperhatikan mengingat rupiah melemah tipis kemarin. Rupiah yang disimbolkan USD/IDR masih berada di atas US$ 14.730/US$, yang menjadi kunci pergerakan.

Level US$ 14.730/US$ merupakan Fibonnaci Retracement 61,8%. Fibonnaci Retracement tersebut ditarik dari level bawah 24 Januari (Rp 13.565/US$) lalu, hingga ke posisi tertinggi intraday 23 Maret (Rp 16.620/US$).

Nilai tukar rupiah melemah tipis 0,03% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.850/US$. Isu resesi Indonesia masih membebani pergerakan rupiah di awal pekan ini.

Di hari yang sama, bursa saham Eropa dan AS justru menguat tajam, bahkan emas juga ikut melesat. Hal tersebut mengindikasikan sentimen pelaku pasar yang sudah membaik, dan dapat menopang penguatan rupiah pada perdagangan hari ini, Selasa (29/9/2020).

Bursa saham AS (Wall Street) kembali melesat kemarin, melanjutkan kinerja positif perdagangan Jumat pekan lalu. Ketiga indeks utama di kiblat bursa saham dunia tersebut menguat lebih dari 1,5%.

Dow Jones ditutup naik 1,51%, S&P 1,62%, dan Nasdaq naik 1,87%.

Harga emas dunia juga ikut melesat lebih dari 1%, sebab indeks dolar AS melemah 0,38%, turun dari level terkuat dalam 2 bulan terakhir.

Pergerakan ketiga aset tersebut mengindikasikan sentimen pelaku pasar sedang membaik dan rupiah berpeluang menguat.

Secara teknikal, belum ada perubahan level yang harus diperhatikan mengingat rupiah melemah tipis kemarin. Rupiah yang disimbolkan USD/IDR masih berada di atas US$ 14.730/US$, yang menjadi kunci pergerakan.

Level US$ 14.730/US$ merupakan Fibonnaci Retracement 61,8%. Fibonnaci Retracement tersebut ditarik dari level bawah 24 Januari (Rp 13.565/US$) lalu, hingga ke posisi tertinggi intraday 23 Maret (Rp 16.620/US$). /cnbcindonesia

Berita Terkait