Pelabuhan Tanjung Priok Bakal Buka Pelayanan 24 Jam

banner-panjang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan otoritas pelabuhan, syahbandar, bea cukai, imigrasi, operator pelabuhan, dan pemangku kepentingan terkait di Pelabuhan Tanjung Priok akan melakukan pelayanan secara terus-menerus alias nonstop.

“Berkaitan dengan jumlah hari produktif pelayanan, sebelum ini 3 hari, sekarang sudah 4-5 hari, kami ingin 7 hari. Artinya 24/7 kami melayani,” ucap Menhub dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (8/7).

Ia meyakini dengan penambahan waktu operasional, kemacetan di Jakarta pun bisa terurai. Sebagai gambaran, menurut dua, dengan waktu pelayanan 3 hari, seorang eksportir yang hendak mengirim 14 kontainer harus mengirim lima truk kontainer dalam sehari.

Namun, jika waktu pelayanan menjadi 7 hari maka hanya dibutuhkan dua truk kontainer saja dalam sehari. Imbasnya, lalu lintas dari dan menuju pelabuhan tidak terlalu padat.

“Dengan lengang itu maka kecenderungan untuk melakukan kegiatan ekspor khususnya itu bertambah. Pasti bertambah. Karena kemudahan itu ekuivalen dengan pertambahan jumlah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menhub juga menyoroti kontainer kosong. Menurutnya, banyak kontainer kosong usai menyelesaikan proses impor. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan pemilik kargo agar truk kontainer tersebut tidak berjalan dalam keadaan kosong.

“Kami akan minta kepada pemilik kargo untuk menyiapkan supaya jangan ada truk yang kosong. Jadi kami upayakan itu dalam keadaan terisi,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Mei 2019 mencapai US$14,74 miliar, naik 12,42 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan impor tercatat turun 5,62 persen menjadi US$14,53 miliar.

Alhasil, neraca dagang mengalami surplus sebesar US$210 juta, jauh membaik dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mengalami defisit mencapai US$2,5 miliar. Kendati demikian, neraca perdagangan sepanjang Januari-Mei 2019 masih mengalami defisit sebesar US$2,14 miliar. //cnnindonesia

Berita Terkait