Gula 283 Ton Pastikan Sudah Masuk Indonesia : Kemendag

banner-panjang

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto mencatat 283.172 ton gula impor masuk per 20 April 2020. Jumlah itu setara 41,40 persen dari Persetujuan Impor (PI) gula kristal mentah atau raw sugar yang diterbitkan sekitar 683 ribu ton.

Raw sugar ini yang kemudian diolah menjadi gula konsumsi. Diketahui saat ini, gula konsumsi langka. Akibatnya, harga meningkat karena diburu masyarakat.

Data pantauan Kemendag dari 223 pasar mencatat, harga rata-rata nasional gula pasir yakni Rp18.300 per kg, lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok Rp12.500 per kg. Harga gula naik 4,57 persen dibandingkan bulan lalu yaitu Rp17.500 per kg.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini masih ada tiga jenis bahan pokok yang HET-nya cukup tinggi, meliputi bawang merah, bawang putih, dan gula pasir.

“Rata-rata harga nasional kebutuhan pokok yang masih relatif tinggi atau di atas HET ada tiga, bawang merah, bawang putih, dan gula pasir,” ujarnya dalam rapat virtual bersama Komisi VI DPR, Kamis (23/4).

Oleh karenanya, ia bilang pihaknya tak hanya mengandalkan impor. Guna mempercepat tambahan ketersediaan gula, Kemendag pun telah meminta industri rafinasi melakukan realokasi stok gula mentah mereka untuk diolah menjadi gula konsumsi sebanyak 250 ribu ton.

Namun, industri menghadapi kendala lantaran mereka juga harus tetap memasok gula rafinasi kepada industri makanan dan minuman. Dari target realokasi 250 ribu ton, ia menyatakan baru terealisasi 86 ribu ton.

“Jadi dibagi 50:50 kapasitas produksinya, sebagian untuk gula konsumsi sebagian untuk memenuhi sektor makanan dan minuman,” paparnya.

Sementara itu, bawang putih impor yang telah masuk di Indonesia sebanyak 48.898 ton per 20 April 2020. Rencananya, bawang putih akan diimpor sebanyak 58.730 ton hingga pekan ketiga Mei mendatang.

Untuk memudahkan importasi bawang putih di tengah pandemi corona, Kemendag menghapuskan kewajiban PI dan Laporan Surveyor (LS) bagi importir bawang putih hingga 31 Mei 2020.

Ketentuan itu tertuang pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura.

Dari total 48.898 ton bawang putih impor, hanya 20 ribu ton yang menggunakan PI dan LS. Sementara, sebanyak 28 ribu ton bawang putih impor masuk tanpa izin.

“Sejak 18 Maret 2020, kami tidak mengeluarkan PI karena tidak diperlukan, sehingga siapapun bisa importasi. Artinya, relaksasi memberikan kemudahan kepada importir,” imbuh Suhanto.

Hasil pantauan Kemendag mencatat, harga rata-rata nasional bawang putih berada di posisi Rp38 ribu per kg per 22 April atau lebih tinggi dari HET yang ditetapkan Kemendag, yakni Rp35 ribu per kg. Meski lebih tinggi dari HET, ia menyatakan harga bawang putih turun lebih dari 5 persen dibandingkan bulan lalu di harga Rp45 ribu-Rp47 ribu per kg. /cnnindonesia

Berita Terkait