Fokus Pasar: Gaji Swasta, Beige Book dan Persediaan Minyak

banner-panjang

Saham-saham di Wall Street berakhi melemah pada Selasa (02/03) setempat atau Rabu (03/03) pagi dan mengembalikan sebagian kenaikan yang dicatatkan pada hari Senin, yang merupakan hari terbaik untuk S&P 500 sejak Juni tahun lalu.

Aksi ambil untung kemungkinan menjadi penyebab tren penurunan tersebut, utamanya di saham-saham teknologi.

Senat AS sekarang akan mulai membahas RUU stimulus senilai $1,9 triliun dari Presiden AS Joe Biden, yang telah disahkan oleh DPR AS. Para anggota parlemen Partai Demokrat sedang mencoba untuk menyelesaikan RUU untuk dikirim ke Gedung Putih pada pertengahan bulan, sehingga dana cek senilai $1.400 dapat dikirimkan kepada para warga AS yang memenuhi syarat.

Sejumlah data pekerjaan penting keluar minggu ini, termasuk laporan gaji swasta pada hari Rabu dan pembacaan pemerintah tentang jumlah pekerjaan Februari pada hari Jumat, laporan pekerjaan sebulan penuh pertama dari pemerintahan Presiden Biden.

Merck (JK:MERK) & Company Inc (NYSE:MRK) mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan membantu Johnson & Johnson (NYSE:JNJ) membuat satu dosis vaksin saat AS mencoba meningkatkan upaya program vaksinasi.

Berikut tiga hal yang dapat memengaruhi pasar Rabu:

1. Rilis gaji swasta, data ekonomi awal pemerintahan baru AS

Perubahan pekerjaan ADP untuk bulan Februari akan diumumkan pada Selasa pukul 8:15 AM ET (13.15 GMT). Ekspektasinya akan tercatat kenaikan 177.000 selama sebulan terhadap 174.000 yang ditambahkan pada Januari.

2. Pengamatan Federal Reserve dari bank-bank regional

Beige Book Federal Reserve akan dirilis pada pukul 2.00 PM ET dan di hari yang sama sejumlah pejabat Fed akan berbicara di berbagai konferensi serta juga di pertemuan terjadwal. Beige Book adalah kompilasi laporan kondisi ekonomi dan bisnis dari berbagai bank Fed di seluruh negeri dan berguna untuk melihat tren dan potensi kelemahan.

3. Persediaan minyak, mengukur permintaan bisnis

Sektor energi baru-baru ini menguat meski mencuatnya ketegangan antara Saudi dan Rusia. Negara-negara produsen yang berpengaruh tersebut harusnya memutuskan apakah akan tetap melakukan pemotongan produksi yang dilakukan tahun lalu, atau mengubahnya. Alaminya, mereka tidak setuju.

OPEC dilaporkan memperkirakan persediaan minyak mentah turun sekitar 400 juta barel pada tahun 2021. Menjelang pertemuan virtual negara-negara penghasil minyak, Rusia diperkirakan akan mendorong peningkatan pasokan lebih lanjut, sementara kerajaan Saudi ingin menjaga pasokan agar tetap ketat untuk memanfaatkan harga yang lebih tinggi.

Survei mingguan industri minyak AS mengungkapkan stok naik lebih dari 7 juta barel pekan lalu. Pada hari Rabu, data pemerintah untuk persediaan AS dilansir pada pukul 10.30 AM ET. Badan Informasi Energi (EIA) diperkirakan akan melaporkan persediaan minyak mentah AS turun sebanyak 928.000 barel minggu lalu, menyusul peningkatan 1,285 juta barel pada minggu sebelumnya. /investing

*mi

Berita Terkait