Dolar AS Saat Ini Berada Diposisi Perkasa, Rupiah Melemah ke Rp14.236 per Dolar AS

banner-panjang

Hampir seluruh mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,12 persen, dolar Singapura melemah 0,08 persen, yen Jepang melemah 0,05 persen, sementara won Korea Selatan dan baht Thailand sama-sama loyo 0,03 persen.

Nilai tukar rupiah pun berada di posisi Rp14.236 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa (2/4) pagi. Posisi ini melemah 0,05 persen terhadap dolar AS dibandingkan penutupan Senin (1/4) di posisi Rp14.229 per dolar AS.

Hal serupa juga terjadi di negara maju. Poundsterling Inggris melemah 0,25 persen, dolar Australia melemah 0,04 persen, dan euro juga lunglai 0,06 persen terhadap dolar AS.

Dolar AS hari ini memang tengah perkasa yang disebabkan karena dua hal. Pertama, pasar memilih bertahan (wait and see) terhadap keputusan final perceraian Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Sebab semalam, parlemen Inggris kembali menolak seluruh usulan terkait paket kompensasi bagi Inggris (deal). Padahal Uni Eropa memberi tenggat waktu hingga 12 April bagi Inggris untuk menentukan pilihan.

Pelaku pasar kian tak percaya lagi dengan kondisi ekonomi Inggris. Sehingga, investor mengalihkan aset instrumennya ke dolar AS yang dianggap sebagai instrumen yang aman (safe haven). Tak heran, nilai poundsterling jatuh, sementara dolar AS kian berkibar.

Kemudian, ini diperkuat dengan faktor kedua, yakni data manufaktur AS. Semalam, indeks manufaktur AS pada Maret tercatat di angka 55,3, atau membaik dari bulan sebelumnya 54,2. Angka ini bikin pelaku pasar ‘pede’ dengan ekonomi AS.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar kini sudah tidak resah dengan ekonomi AS lantaran inversi imbal hasil obligasi pemerintah AS (inverted yield curve) berhenti untuk sementara.

Hanya saja, pada akhir pekan lalu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor tiga bulan berada di 2,39 persen, sementara untuk 10 tahun sebesar 2,4068 persen. Artinya, pelaku pasar yakin ekonomi AS tidak akan mengalami resesi. Tak heran, banyak pelaku pasar mulai mengalihkan asetnya lagi ke dolar AS.

Untuk hari ini, Ibrahim menaksir rupiah di kisaran Rp14.196 hingga Rp14.260 per dolar AS.

“Kegelisahan mengenai ancaman resesi untuk sementara sudah mereda. Bukan berarti tidak akan terjadi kembali, tetapi untuk saat ini biarkan investor menikmati ketenangan barang sejenak,” tutur Ibrahim. // cnn indonesia

Berita Terkait