Asing Masih Masuk, IHSG Terkoreksi tapi Malu-malu Mau Naik

banner-panjang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdaganganawal pekan Senin(9/11/20) dibukadi zona merah, terkoreksi 0,17% di level 5.449,10.

Selang 10 menit IHSG masih terdepresiasi 0,10% di level 5.452,08 setelah investor melanjutkan aksi ambil untung pasca IHSG yang melesat kencang sepekan terakhir dan kenaikan kasus Covid-19 di Amerika Serikat.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 18 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 1 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan jual bersih sebesar Rp 35 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 6 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp 57 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk(BBCA) dengan net buy sebesar Rp 12 miliar.

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/11/2020), di tengah melonjaknya kembali kasus infeksi virus corona di Amerika Serikat (AS) setelah pelaku pasar mengamati perkembangan vaksin corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup ambles 1,59% atau 468,34 poin di level 28.929,29. Sedangkan S&P 500 ditutup merosot 1,28% atau 45,58 poin di level 3,527.08dan Nasdaq ditutup terdepresiasi 0,86% atau 101,44di 11.684,99.

New York menjadi negara bagian yang menerapkan aturan jarak sosial yang lebih ketat pada Rabu (11/11/2020), karena kasus infeksi Covid-19 terbaru di AS melonjak di atas 100.000 selama delapan hari berturut-turut.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis klaim pengangguran pekan lalu sebanyak 709.000 atau lebih baik dari pekan sebelumnya 757.000. Angka itu bahkan lebih baik dari konsensus ekonom dalam survei Dow Jones berujung prediksi angka 740.000.

Sementara itu, inflasi AS periode Oktober 2020 mengalami penurunan. Tercatat, inflasi AS secara tahunan (year-on-year/YoY) turun menjadi 1,2% dari posisi sebelumnya di level 1,4%. Sementara itu, inflasi inti AS (YoY) juga turun menjadi 1,6%.

Adapun inflasi AS secara bulanan (month-on-month/MoM) turun menjadi 0% dari posisi sebelumnya di 0,2% dan inflasi inti AS (MoM) juga turun menjadi 0%. CNBC Indonesia

Berita Terkait