Indonesia dan Korea Selatan Meyepakati Perjanjian Perdagangan pada Bulan November

Berbicara pada konferensi bisnis di Jakarta, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kesepakatan dapat meningkatkan perdagangan dua arah menjadi $ 30 miliar dalam waktu tiga tahun dari $ 20 miliar pada 2018.

Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tentang perjanjian perdagangan dan investasi bilateral dan bertujuan untuk menandatangani kesepakatan pada bulan November.

Indonesia menunda negosiasi pada tahun 2014 karena perubahan pemerintahan di Jakarta dan berbagai alasan teknis, kata Iman Pambagyo, seorang pejabat kementerian perdagangan.

Lukita mengatakan Indonesia membuka kembali negosiasi untuk menghindari “tertinggal”, menambahkan bahwa perdagangan Vietnam dengan Korea Selatan telah mencapai $ 60 miliar.

“Korea Selatan memiliki begitu banyak potensi untuk investasi dan perdagangan,” katanya, seraya menambahkan itu adalah investor asing langsung terbesar kelima di negara Asia Tenggara itu.

Korea Selatan berusaha untuk berkolaborasi dalam teknologi dan industri berat, termasuk sektor kimia dan konstruksi, Menteri Perdagangan Kim Hyun-chong mengatakan pada konferensi tersebut.

Indonesia bertujuan untuk meningkatkan ekspor produk pertanian dan perikanan, serta tekstil dan mesin ke Korea Selatan, kata pejabat perdagangan.