Pebisnis Rosano Barack / Mertua Syahrini Lepas Saham Plaza Indonesia Senilai Rp165 M

banner-panjang

Pebisnis Rosano Barack, mertua artis Syahrini melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebanyak 44,2 juta di PT Plaza Indonesia Realty Tbk

Pelepasan tersebut dilakukan kepada PT Plaza Indonesia Investama, special purpose company dari Dana Investasi Real Estate (DIRE) yang diterbitkan perusahaan sejak Juni 2019 dan berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Simas Plaza Indonesia.

Pelepasan saham dilakukan baik secara langsung dan tak langsung pada harga Rp3.740 per saham. Secara langsung, Rosano melepas sahamnya di PLIN sebanyak 43,08 juta lembar saham atau setara 1,21 persen. Sisanya 1,13 juta saham atau 0,03 persen merupakan kepemilikan Rosano melalui PT Rizki Bukit Abadi.

Dengan demikian, nilai transaksi pelepasan saham Direktur Utama Plaza Indonesia Reality tersebut mencapai Rp165,37 miliar.

“Transaksi ini dilakukan pada 27 Agustus 2020. Setelah transaksi, Plaza Indonesia Investama menguasai 96,61 persen saham Plaza Indonesia Realty dari sebelumnya 95,37 persen,” jelas manajemen Plaza Indonesia Realty dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com Senin (7/9).

Sementara itu, porsi saham Rosano menjadi 0 persen dari sebelum pengalihan yakni mencapai 44.216.600 saham atau 1,24 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor perseroan.

Diketahui DIRE Plaza Simas Plaza Indonesia (XSPI) dibentuk melalui jalan akuisisi saham Plaza Indonesia Realty dan akuisisi saham PT Sarana Mitra Investama oleh Plaza Indonesia Investama.

Dengan demikian, underlying asset investasi ini adalah saham Plaza Indonesia Realty. Di tengah pandemi, DIRE Simas Plaza Indonesia masih bisa membagikan dividen tunai senilai Rp12,8 per saham yang didistribusikan pada Mei lalu.

Sebagian lokasi yang dioperasikan Plaza Indonesia seperti Plaza Indonesia Shopping Center, The Plaza Office Tower, dan Hotel Grand Indonesia Hyatt Jakarta terimbas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Manajemen Plaza Indonesia menjelaskan, perseroan berkonsentrasi melakukan upaya pencegahan dan fokus kepada keselamatan penyewa, pengunjung, dan para tamu, dengan melakukan efisiensi dan evaluasi.

Perseroan turut melakukan efisiensi biaya-biaya operasional serta melakukan negosiasi dengan para pemasok, mempertahankan penyewa dengan memberikan keringanan pelunasan, melakukan manajemen arus kas keluar yang ketat dan pencairan fasilitas pinjaman yang tersedia.

“Saat ini, kami juga telah membuka kembali pusat perbelanjaan dan pusat perkantoran pasca PSBB dengan menerapkan serta melakukan sosialisasi, memberikan simulasi dan standard operating procedure kepada seluruh penyewa melakukan protokol pasca PSBB,” jelas manajemen. /cnnindonesia

Berita Terkait